PJJ mematikan Karakter Pelajar
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Adalah Program Pemerintah di sektor pendidikan pada masa Pandemi Covid-19 ini, Sebuah langkah yang jelas baik dilakukan pada masa ini, setidaknya tetap bisa menjalankan Pendidikan Di Indonesia, Ini Membuktikan betapa Pentingnya Pendidikan, Bahkan di UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4 jelas dikatakan Bahwa pemerintah Memprioritaskan setidaknya 20% dari APBN untuk pendidikan, Ini Membuktikan bahwa Pendidikan Sangat Penting Di Indonesia, Program PJJ Ini Sebuah Langkah Maju yang jelas dari Pemerintah di sektor Pendidikan. Namun apakah Hal tersebut Jelas bisa membentuk Karakter dan Fundamental Pelajar indonesia,Seakan banyak Pihak yang Melupakan hal Tersebut. Padahal pendidikan di Indonesia didasari Oleh Pemerataan yang menyeluruh di Indonesia dan Fundamental dengan cara berpikir yang baik dan Logis yang juga Memperhatikan Pembentukan Karaker yang Pelajar.
Program PJJ ini tidak memberikan Pembelajaran yang baik dan Efektif baik secara Intelektual maupun Pembentukan Karakter Pelajar, ini jelas sekali keluar dengan dasar pendidikan Indonesia, Buktinya ada Beberapa Guru yang sering hanya Memberikan Tugas yang banyak tanpa memperhatikan Fundamental Bagi Anak, Banyak Guru tidak memperhatikan bahwa Jika hanya memberikan Tugas, Kemungkinan Murid mencontek itu besar, dan meminta jawaban ke teman yang lain. Bayangkan Jika 250 murid diberikan Tugas dengan Format yang sama, Maka Mereka mencontek semakin mudah, Contoh misalkan Yang mengerjakan Tugas tersebut 2 orang, Maka 248 lainnya akan mencontek nya, Ini membuktikan Bahwa Pola PJJ Saat ini mendidik 2 orang dan mematikan 248 orang baik secara Intelektual dan Secara Pembentukan Karakter, Lalu cara gurunya untuk mencegah hal itu jika Kelihatan yang sama nilai akan dikurangi, tapi guru tidak memperhatikan Apakah Pelajar Tersebut menguasai Konsep Nya dengan Benar. Ini sangat Tidak Baik dan Diluar dasar pendidikan Indonesia, oleh sebab itu PJJ ini bisa dikatakan GAGAL. Namun hal tersebut setidaknya bisa dikurangi Jika misalnya setiap guru Memberikan setiap Anak Format soal yang berbeda, Menurut saya untuk satu bab bahkan bisa memiliki soal lebih dari 250 soal, Ini cukup. Dengan waktu terbatas murid disuruh menyelesaikan Soal tersebut. Jika Misalnya murid tidak selesi, tapi setidaknya guru bisa melihat progres murid dan Menilainya, Lalu Bisa dilihat juga dari keaktifan bertanya Baik secara Zoom maupun Kontak Jaringan pribadi, setidaknya bisa Menjadi langkah jelas dan Nyata, Setidaknya juga mengurangi Tingkat mencontek Pelajar. Hal tersebut memperhatikan Siswa baik secara Fundamental dan Pembentukan Karakter. Sudah memenuhi Sebagian dasar Pendidikan Indonesia, Sebagian lagi sudah dari beberapa Tahun lalu dilakukan yaitu pemerataan pendidikan, menurut data BPS pada masa Pemerintahan Jokowi tingkat pemerataan Pendidikan Tembus 70%. Oleh sebab itu seharusnya Pemerintah dan Juga Para Guru bisa Mengganti Pola Pembelajaran jarak jauh dengan Pola yang baru dan Efektif, dana Pendidikan Indonesia Besar, Maka seharusnya bisa digunakan dengan Baik dan Benar
Komentar
Posting Komentar